Gidi Littwin, salah satu penemu teknologi FaceID di Apple, kini memimpin startup baru bernama Hemispheric yang berfokus pada pengembangan model kecerdasan buatan untuk pemindaian otak diagnostik. Perusahaan ini bertujuan menciptakan sistem yang mampu mendeteksi kondisi seperti depresi, PTSD, dan Parkinson melalui analisis citra otak secara akurat dan efisien.
Teknologi yang dikembangkan Hemispheric memanfaatkan pendekatan serupa dengan sistem pengenalan wajah yang sebelumnya diciptakan Littwin. Model AI ini dirancang untuk mengolah data pemindaian otak dengan kecepatan tinggi, sehingga hasil diagnosis dapat diperoleh dalam waktu singkat. Littwin menyatakan bahwa tujuannya adalah menjadikan prosedur ini semudah dan semurah tes darah rutin.
Penerapan AI dalam bidang neuroimaging membuka peluang baru bagi dunia medis. Salah satu konteks penting adalah bagaimana teknologi ini dapat mempercepat proses skrining awal di fasilitas kesehatan yang memiliki keterbatasan peralatan canggih. Dengan model yang lebih ringkas, rumah sakit di daerah terpencil berpotensi mengakses alat diagnostik berkualitas tinggi tanpa memerlukan investasi besar pada mesin MRI mahal.
Selain itu, integrasi model AI semacam ini juga menimbulkan pertimbangan terkait privasi data pasien. Karena pemindaian otak mengandung informasi sensitif mengenai kondisi neurologis dan psikologis seseorang, diperlukan protokol keamanan yang ketat untuk mencegah penyalahgunaan informasi tersebut. Hemispheric disebutkan tengah mengembangkan arsitektur yang memprioritaskan enkripsi dan anonimisasi data sejak tahap awal pelatihan model.
Perkembangan ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi, di mana keahlian dari sektor konsumen seperti pengenalan wajah dialihkan ke aplikasi medis. Keberhasilan FaceID dalam memproses data visual secara real-time memberikan dasar teknis yang kuat bagi Littwin untuk membangun sistem serupa bagi struktur otak yang jauh lebih kompleks.
Dengan visi menjadikan diagnosis otak lebih terjangkau, Hemispheric berpotensi mengubah cara masyarakat mengakses layanan kesehatan mental dan neurologis. Jika teknologi ini mencapai tujuannya, tes diagnostik yang saat ini memerlukan waktu dan biaya tinggi dapat menjadi bagian standar dari pemeriksaan kesehatan rutin di masa depan.





